SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Bupati Wonogiri Apresiasi Slogohimo Buka Pasar Kuliner

Ratusan warga membludak ramaikan pasar kuliner tradisional Dloplang, Pandan Slogohimo, Wonogiri

35

Wonogiri, Infosoloraya- Ribuan warga tumpah ruah di lokasi pasar kuliner tradisional Dhoplang, Pandan Slogohimo Wonogiri, kemarin (17/11).

Pasar kuliner tradisional Dhoplang mulai muncul setahun yang lalu, digagas ibu-ibu dasawisma Dusun Kembar Desa Pandan dimotori Lilis Endang Haryanti.

“Awalnya hanya sepuluh pedagang digelar di halaman rumah, lalu bergeser ke pinggir jalan. Sebulan kemudian menempati lokasi yang sekarang atas kerelaan Pak Riyanto pemilik lahan,” ungkap Lilis Endang Hariyanti (18/11/2019)

Masih keterangannya sekarang lebih dari 75 pedagang yang tiap minggu pagi berjualan di pasar kuliner tradisional Dhoplang. Animo masyarakat juga makin bertambah setelah menempati lokasi yang lebih luas ini.

Minggu kemarin bertepatan ulang tahun pertama digelar kegiatan Ambal Warsa Pasar Kuliner Dhoplang yang rencananya akan dihadiri Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Namun batal hadir karena tugas kedinasan di Jakarta.

“Pak Bupati mohon maaf tidak bisa rawuh karena pagi tadi secara mendadak ada panggilan dari Bapak Presiden dan harus ke Jakarta. Pak Bupati sangat mengapresiasi kegiatan inovatif Pasar Kuliner Dhoplang yang konsisten hadir tiap minggu pagi dan memberi ruang ekonomi bagi masyarakat sekitarnya,” papar Khamid Wijaya, Camat Slogohimo.

Acara yang dikemas dalam nuansa seni itu mendapat apresiasi dari masyarakat yang datang melimpah hingga tidak mampu menampung keseluruhan pengunjung.

“Hanya sejam sejak loket penukaran koin kayu dibuka langsung ludes diserbu pengunjung. Kami menyiapkan koin total 60 juta rupiah khusus hari ini. Mohon maaf apabila hanya sebagian pengunjung yang mendapatkan koin itu,” jelas Abdul Wahid, lurah pasar Dhoplang.

Antusias pengunjung meluber hingga pasar dan pategalan sekitar lokasi sembari menyaksikan beberapa atraksi seni, diantaranya; tari, reog, tembang macapat, karawitan anak, baca geguritan, musik bambu hingga atraksi freestyle BMX.

Benar-benar pesta rakyat yang rindu tontonan dan kemeriahan. Pasar kuliner Dhoplang menjawab antusiasme masyarakat tanpa meminggirkan niatan awal hadirnya pasar kuliner itu; tetap memakai bahasa Jawa, ramah lingkungan tanpa plastik dan harus menukar uang dengan koin kayu untuk dapat jajan di lokasi yang menyediakan berbagai aneka makanan dan minuman tradisional itu.

Bahkan pagi itu juga mendapat kunjungan dari BPD dan perangkat desa Bangunharjo Sewon Bantul Yogyakarta guna melakukan kunjungan kerja dalam rangka mereplikasi kegiatan inovatif tersebut. ( Taufiq/ KP)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.