SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Demokrasi Mati Suri: Pilkada Kota Surakarta Lesu, Calon Boneka Terasa Nyata Adanya

35
JIBI/Solopos/Ivanovich Aldino Calon wali kota dan wakil wali kota Solo yang maju Pilkada 2015 mengikuti Debat Terbuka yang pertama di The Sunan Hotel, Solo, Jumat (9/10). Debat tersebut digelar dengan tema Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Kualitas Pelayanan Publik dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial.
JIBI/Solopos/Ivanovich Aldino
Calon wali kota dan wakil wali kota Solo yang maju Pilkada 2015 mengikuti Debat Terbuka yang pertama di The Sunan Hotel, Solo, Jumat (9/10). Debat tersebut digelar dengan tema Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Kualitas Pelayanan Publik dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial.

INFOSOLORAYA.COM -KOTA –Harapan untuk menjadikan kota surakarta sebagai barometer pesta demokrasi dalam pilkada serentak nampaknya sirna, banyak harapan bahwa kota solo adalah kota yang demokratis saat ini sudah tidak bisa diharapkan lagi, pasalnya desas desus yang berkembang di masyarakat kota surakarta sangatlah mengecewakan karena munculnya isu calon boneka seolah olah memang nyata adanya.

Kalangan aktivis akademisi dan masyarakat pinggiran kota serentak tanpa koordinasi menilai demokrasi di kota surakarta telah mati suri dengan adanya calon boneka, “gak perlu di perdebatkan atau di pertanyakan kami rakyat kecil sudah bisa nenilai dan merasakan kalau isu calon boneka sudah jelas saat ini kami sudah bisa menjawab sendiri” Ujar Kurniawan Warga Jebres.

 

Pasangan Calon Walikota Surakarta Rudyatmo dan Ahmad Purnomo Sudahlah nampak pasti menang dalam pertarungan PILKADA Kota Surakarta, bukan masalah rudy sudah banyak dikenal masyarakat Kota Surakarta, melainkan karena anung Indro Susanto dan fajri hanyalah pelengkap kompetisi pesta demokrasi, mencalonkan diri hanya sebagai formalitas data di KPU untuk memenangkan Rudy. Bahkan Rudy Tidurpun akan jadi Walikota lagi. Jelas Takdir Leola Pengurus  Badko HMI Jateng/DIY (11/11)

 

Sudahlah jelas sang PNS yang mergajukan pensiun dini dialah Anung sang bawahan politikus PDI Perjuangan, sama sama pegang kartu joker jadi anung gak punya pilihan selain pensiun dini dan menjadi calon pelengkap dalam Pilkada kota surakarta. Sudah menjadi rahasia umum sehingga warga solo juga tidak ada antusias untuk membahas apalagi ikut serta dalam pesta demokrasi yang sudah cacat ini. Pesta Demokrasi di Kota Surakarta sudah benar benar mati suri, bukan lagi isu calon boneka tetapi sangat terasa nyata adanya isu itu. Tegas Takdir Leola  yang juga dipercaya sebagai Koordinator FORMADEM (Forum Mahasiswa untuk Demokrasi) Solo Raya dalam keterangan pers.

 

Walaupun anung sudah menegaskan keseriuasannya dan juga menepis anggapan sebagai calon boneka. Banyak kalangan memiliki anggapan Anung tidak serius dan hanya menjadi calon boneka, pasangan Anung-Fajri sangatlah kentara bermain mata dengan pasangan F.X. Hadi Rudyatmo (Rudy)-Achmad Purnomo. didasarkan pada survei tim investigasi analisis data di lapangan serta informasi yang berkembang di masyarakat kota surakarta yang sampai saat ini tidak merasakan akan datangnya pesta demokrasi, terkesan adem ayem tanpa persaingan. Itulah kenyataan yang ada di masyarakat saat ini. Ungkap takdir Pengurus Badko HMI Jateng/DIY.

 

Salah seorang warga laweyan amir mengungkapkan; “tidak ada aura pilkada dalam pesta demokrasi di kota surakarta, sepi dan terkesan sudah di kondisikan, banyak yang berkomentar di angkringan angkringan saat wedangan mengatakan wis ora gagas pemilihan wali kota solo  (sudah tidak peduli pemilihan walikota solo) lebih baik golput, bahkan warga kota surakarta juga kebanyakan tidak mau datang ke TPS saat pencoblosan” ungkapnya sambil tertawa. (Bersambung)(Opini)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.