SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

GAKI Awasi Pelaku Koruptor dan Proyek Dana Negara

187
Didik Rudiyanto, SH MH, Ketua GAKI ( Gerakan Anti Korupsi Independent) dan Advokat Indonesia PERADIN saat kesibukannya melaporkan berbagai kasus koruptor di tanah air di KPK.

INFOSOLORAYA.COM-SOLO–Persoalan korupsi di tanah air ini menjadi bahan pembicaraan serius di negeri ini, apalagi tidak sedikit para oknum pejabat yang terjerat korupsi baik ditingkat Pemerintahan Pusat, Provinsi, Daerah,bahkan sampai Pemerintahan Desa.

Persoalan kasus tindak korupsi yang kian merajalela merupakan kasus kejahatan perampokan harta negara yang harus cepat ditangani serius melebihi kasus teroris, narkoba. Kasus kejahatan besar perampokan harta negara itu bila tidak ditangani serius akan berisiko meruntuhkan negara ini. Bahkan, menjadi malapetaka besar di negara ini.Inilah kekuatiran para pegiat anti korupsi.

Maka tidak heran para pegiat anti korupsi di negeri ini yang cinta tanah airnya tidak pernah bosan- bosannya memperjuangkan agar para penegak hukum menjerat pelakunya dengan seberat- beratnya agar jera tidak mengulangi kembali. Dan terus memperjuangkan pencegahannya agar terjadi korupsi.

Berikut Wawancara Eksklusif bersama Didik Rudiyanto SH. MH Ketua GAKI ( Gerakan Anti Korupsi Independent) dan Advokat Indonesia PERADIN kepada awak media ini di sela- sela kesibukannya bolak- balik ke kantor KPK ,Mabes Polri dan Kejaksaan untuk melaporkan berbagai kasus korupsi di tanah air. GAKI saat ini sudah memiliki kepengurusan di tingkat Pusat, Propinsi dan Daerah di Seluruh Tanah Air. Inilah petikan wawancaranya :

–Apa latarbelakang Anda sebagai mendirikan GAKI ( Gerakan Anti Korupsi Independent)?

Latar belakang didirikan GAKI (Gerakan Anti Korupsi Independent) adalah GAKI prihatin dengan banyaknya kasus korupsi yang terjadi di bangsa ini yang melibatkan para pejabat di Eksekutif Legislatif dan Yudikatif.

–Kapan GAKI berdiri sebagai pejuang pegiat Anti Korupsi di tanah air ini?

GAKI di deklarasikan 14 Agustus 2017 di Sukoharjo. Didirikan para tokoh dan dilakukan pergerakan pegiat anti korupsi yang cinta tanah airnya.

-Apa yang menjadi Visi dan Misi GAKI itu sendiri?

Visi dan Misi GAKI adalah cegah dan berantas korupsi untuk Indonesia Jaya. Membantu Pemerintah dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi. Bersama kita bisa.

–Bisa Anda sebutkan kegiatan GAKI dan berbagai program yang sudah dilakukan selama ini?

GAKI memberi penyuluhan masyarakat dan pegawai pemerintahan terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi melalui Workshop, Seminar, Diskusi FGD. Dan Melakukan audiensi dengan Pemerintah dan Penegak Hukum dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

GAKI juga memberi pendampingan hukum pada masyarakat dan pemerintah dalam cegah dan berantas korupsi. GAKI juga bekerjasama dan bermitra Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Melakukan pelaporan kasus kasus korupsi ke Polisi. Kejaksaan dan KPK.

–Menurut Anda sebagai Ketua GAKI, sejauhmana korupsi di tanah air ini, apakah semakin parah?

Menurut saya selaku Ketum GAKI , korupsi di bangsa ini semakin parah dan merajalela dengan melibatkan para pejabat di birokrasi dan penegak hukum.

Korupsi di negeri ini sudah menjadi nomer satu di atas narkoba dan terorisme. Sebenarnya, undang undang Tiipikor sudah ada dan berat hukumannya tetapi tetap aja oknum- oknum koruptor tak takut

– Apakah korupsi yang makin parah akan berisiko meruntuhkan negara ini?

Betul, korupsi yang tidak tangani dengan cepat akan menggrogoti negara ini dan akan meruntuhkan negara ini. Ini menjadi ancaman dam bahaya besar bagi negara ini.

-Demikian parahnya korupsi di tanah air ini, apa yang Anda lakukan untuk segera melakukan untuk pengawasan , pencegahannya dan memperjuangkan sistem birokrasi yang masih sering bocor?

GAKI akan selalu membantu Pemerintah dan menata sistem birokrasi agar benar benar tertata birokrasi yang bersih akuntabel dan berwibawa dengan cara tidak jemu dan bosan untuk memberi informasi dan sosialisasi tentang bahaya korupsi dan hukuman para koruptor.

GAKI akan selalu ada di garda paling depan dalam pencegahan korupsi. Memberi motivasi agar Pemerintah dan Penegak hukum punya mental anti korupsi

– Langkah darurat siaga 1 agar korupsi tidak merajalela dan mampu memutuskan “mata rantai” koruptor?

Langkah darurat dan strategis agar korupsi tak makin merajalela dan parah dengan cara memberi hukuman yang lebih berat lagi agar koruptor jera.

Para koruptor di asingkan di sebuah pulau terpencil dengan tanpa komunikasi. Itu jalan terbaik untuk memutuskan mata rantai korupsi dan yang terpenting peningkatan akhlak iman dan bermental anti korupsi (Fik)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.