SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Inilah Pemerintahan Desa Yang Peduli Difabel Di Sukoharjo

136
Asih Wahyuni, siswi SLB dan warga desa Grogol, Kecamatan Weru, Sukoharjo di tengah keterbatasannya, ia mampu memberikan karya besar membuat tas dan berbagai anyaman lainnya ( Foto Dokumentasi Istimewa )

Sukoharjo,Infosoloraya- Kepedulian Pemdes terhadap pemberdayaan difabel patut menjadi teladan bagi aparatur iPemerintahan Desa lainnya dalam melaksanakan berbagai program, khususnya bagi warganya yang ada difabel.

Teladan dan inspirasi itu pas disematkan pada program Pemerintahan Desa Grogol, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Jateng dalam program pemberdayaan difabel .

Program pemberdayaan difabel ini diakui Putut Heri Sugiarto, Kepala Pemerintahan Desa Grogol, Kecamatan Weru, Sukoharjo sebagai wujud perhatian Pemdes Grogol terhadap semua warganya, tidak pilih kasih dan mampu berbagi saling menguatkan .

“Bagi saudara kita, maaf dalam keterbatasannya saat diberikan tempat berkarya ternyata saudara kita mampu berbuat terbaik dan mampu menghasilkan nafkah kehidupannya. Bagi yang masih sekolah SLB, mereka juga mampu berprestasi membawa nama baik desa ,” kata Putut Heri Sugiarto kepada media ini di ruang kerjanya (11/9/2019).

Kepala Desa yang sudah dua periode ini menambahkan wujud dari kepedulian terhadap difabel dengan membangun gedung saran dan prasarana difabel di lingkungan balai desa Grogol. Sebuah wujud yang nyata dan memberikan pesan kemanusiaan.

Putut mengaku gedung difabel sudah mulai aktif dua tahun berjalan ini sejak tahun 2017.

Para difabel saat menganyam dengan kakinya mampu memberikan hasil untuk kehidupannya ( Foto Taufiq/ Doc)

Saat ini kegiatan ketrampilan dilaksanakan tiap hari senin dan kamis di gedung tersebut.

‘Dulu sebelum ada tempatnya, para difabel yang berjumlah 20 orang melaksanakan kegiatannya di sanggar rumahnya mbak Maya, salah satu pengasuh difabel di Grogol ini mas,’ terangnya.

Secara terpisah, Darmayanti Penanggungjawab kegiatan saat disinggung soal hasil pencapaian pemberdayaan ketrampilannya, ia mengaku bersyukur bahwa difabel mampu menghasilkan tas dengan bahan tali kur yang dipesan sesuai keinginan konsumen.

Usaha yang di rintis sejak april 2018 hingga saat ini telah menghasilkan sekitar 50 tas dengan bermacam motif dan ukuran serta telah mengirim ke berbagai kota di indonesia

“Saat ini usaha ini tengah merambah menuju usaha penyewaan dekorasi untuk pre wedding, acara tunangan dan foto kreasi serta pembuatan home dekorasi berupa gantungan dinding dan bantal hias mas,” tandasnya.
( Taufiq)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.