SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Kemarau Di Sukoharjo, Wiwaha Pimpin Anak- Anak Shalat Istisqa’, Akal Yang Di Tuntun Iman

1,965
Sholat Istisqa’ secara berjamaah berlangsung di SD Muhammadiyah Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Sholat Istisqa’ ini dipimpin langsung Haji Wiwaha Aji Santosa, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukoharjo.( Foto Taufiq )

Sukoharjo, Infosoloraya- Di tengah kemarau panjang yang melanda kabupaten Sukoharjo, serta kekeringan yang di berbagai wilayah, ada teladan yang patut di contoh.

Teladan itu pas disematkan puluhan anak- anak SD Muhammadiyah Palur, Kecamatan Mojolaban melaksanakan shalat Istisqa’ secara berjamaah yang dipimpin langsung Haji Wiwaha Aji Santosa, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukoharjo. Kegiatan itu juga diikuti para guru- guru di SD Muhammadiyah setempat belum lama ini ( 24/10/2019)

Kegiatan ibadah itu dalam rangka mencari solusi atas kemarau panjang ini, maka dengan meminta pertolongan- Nya.

‘ Meminta pertolongan dan berdoa kepada Allah menunjukkan kita tidak dalam keadaan sombong kepada Allah. Dan Allah mencintai hamba- hamba- Nya yang tidak berlaku sombong dan selalu meminta pertolongan, perlindungan dan petunjuk- Nya,” kata Supadi, Pendidik SD Muhammadiyah Palur, Mojolaban, Sukoharjo
( 25/10/2019)

Sholat Istisqa’ secara berjamaah itu langsung di imami Wiwaha Aji Santosa, Pimpinan Daerah Muhammadiyah( PDM )Sukoharjo, sekaligus sebagai khatib.

Haji Wiwaha Aji Santosa mengatakan tujuan shalat istisqa’ pertama memohon hujan yang barokah kedua memahamkan kepada anak didik bahwa mengatasi problema kehidupan harus dilakukan dengan akal yang dituntun dengan iman.

Ia mengatakan di antara dalilnya adalah ada pada HR. Abu Daud yg secara garis besar menunjukkan, bahwa suatu ketika orang -orang menghadap Rosululloh SAW mengadukan tentang keringnya daerah mereka karena lama tidak turun hujan, lalu nabi mengingatkan bahwa Allah menjamin terkabulnya hamba-Nya jika mereka mau berdoa.

Lalu nabi perintahkan menempatkan mimbar di tanah lapang,kemudian berembug untuk menentukan waktu, sehingga ketika matahari telah terbit beliau menuju mimbar, memperbanyak istighfar, lalu turun sholat dua rakaat lalu berdoa (ada khutbah singkat ) menghadap ke kiblat dengan memindahkan posisi selendangnya yang kanan ke kiri dan sebaliknya, kemudian berdoa menghadap kiblat dengan mengangkat tangan tinggi tinggi sehingga erlihat ketiaknya.

Tiba tiba langit mendadak berawan tebal disertai guruh lalu turun hujan sehingga banjir di kanan kiri ,beliau tidan beranjak ke masjid ,sambil melihat orang bingung mencari tempat berteduh, beliau tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya. Hadits ini dishahihkan oleh Al Akbani.

Dalam khutbah istisqa’ Wiwaha menyampaikan ada hal esensif yang sangat perlu disampaikan yaitu bahwa Rosulullah SAW mengingatkan ketika wajib zakat enggan membayar zakatnya maka Allah menahan air hujan di langit, jika bukan karena kasihan kepada hewan dan binatang niscaya hujan tidak diturunkan. ( Taufiq )

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.