Kontroversi Halal Haram Hukum Memelihara Anjing

INFOSOLORAYA.COM-SUKOHARJO- Berbicara tentang hukum agama Islam dalam memelihara anjing sebenarnya masuk kategori halal atai haram ? Secara umum memang benar Islam mengharamkan memelihara anjing, namun ada dua kasus pengecualian yaitu diperbolehkan dengan catatan tertentu.

Mari kita simak kajian islam bertitel ” Tanya Jawab Bebas Tentang Islam Bersama Ustadz Lukman Hakim”. Acara rutin secara live ini digelar tiap Selass Bada Magrib dan Rabu Bada Isya di Masjid AC Al Jami Jetis-Wonorejo-Polokarto-Sukoharjo.

Pada kajian itu, Ustadz Lukman yang tergolong muda tapi jenius itu pada Rabu (29/01) menyampaikan bahwa benar Islam mengharamkan seseorang memelihara anjing karena malaikat tidak akan mau masuk rumah yang ada anjingnya.

Selain itu Islam tegas menyatakan bahwa air liur anjing adalah najis mugoladho alias najis besar.

Namun, menurut Ustadz Lukman ada dua hal pengecualian dalam Islam tentang diperbolehkan seseorang memelihara anjing. Yakni pertama memelihara anjing untuk keperluan menjaga tanaman, ladang , sawah dan lain-lain. Itupun masih dengan catatan tanaman itu harus terpisah alias tidak menyatu satu komplek dengan rumah melainkan harus jauh dan terpisah sehingga tidak mengganggu orang sekitar.

Yang kedua adalah seseorang diperbolehkan memelihara anjing khusus untuk kepentingan berburu.

Menurut Lukman semua hukum itu berdasarkan Hadist sokheh serta Ijtima Ulama. Meskipun di tingkat aliran atau madzab juga terdapat perbedaan dalam mentafsirkan Hadist perihal memelihara anjing.

Namun Hadist sokheh sudah bisa dijadikan landasan ditengah perbedaan tafsir memelihara anjing.

” Diluar dua hal itu yakni berburu dan memelihara tanaman, maka menelihara anjing haram hukumnya,” tandasnya.

Bahkan Ustadz Lukman menegaskan memelihara anjing untuk keperluan menjaga rumah sama saja diharamkan karena alasan jelas malaikat tidak akan mau masuk rumah serta air liurnya najis besar sehingga jika anjing dipelihara di rumah potensi mengganggu dan terkena najis sangat kuat.

Sedangkan memelihara anjing untuk berburu pun harus ada persyaratan kuat yakni air liurnya tetap haram. Dan jika saat berburu hewan yang didapat itu diketahui sudah digigit anjing apalagi anggota badan hewan hasil buruan itu hilang alias tidak utuh karena dimakan anjing, maka hukum hewan buruan tersebut haram hukumnya hewan itu dimakan manusia.

“Jadi sudah jelas bahwa air liur anjing itu diharamkan , sehingga hukum memakan daging anjing secara tegas hukumnya” tukasnya.

Untuk itu Ustadz Lukman menekankan agar perbedaan jamaah mengetahui perbedaan memelihara anjing serta yang diharamkan dari hewan anjing.

Ustadz Lukman mencontohkan dalam hal najis anjing, madzab syafii dan madzab hambali terjadi perbedaan mendasar. Kalau madzab syafii tegas bahwa seluruh badan anjng adalah haram. Namun Madzab Hambali merujuk Hadist hanya mengharamkan najiis anjing terletak pada air liurnya saja. Tetapi madzab hambali menegaskan bahwa kalau memakan daging anjing tetap haram.

Perbedaan inilah yang mendasari boleh tidaknya hukum memelhara anjing dalam aplikasinya. (Benny Surya)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.