SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Laporan Khusus; Jelang 1 Abad Masjid Tegalsari Laweyan, Sejarah (yang) Terurai (1)

11
Abdul Nur Adhan, Cucu Pendiri Masjid Tegalsari ( Tengah berpeci berbaju biru ) Laweyan Solo saat berbagi cerita terkait sejarah Masjid Tegalsari di Masjid Tegalsari.( Foto : Fik )

Infosoloraya.com, Solo- Jangan pernah melupakan sejarah, karena sejarah mampu mengurai waktu dengan baik. Sejarah masjid, tidak pernah lepas dari peranan masing- masing, seperti halnya masjid Tegalsari yang beralamatkan di Jln Dr Wahidin, nomer 36, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Masjid Tegalsari memiliki sejarah yang panjang dalam kurun waktu yang lama dari sejarah masa penjajahan Belanda higga kini. Bahkan menurut salah satu Tokoh Laweyan yang juga memiliki silsilah keturunan pendiri Masjid Tegalsari Muhammad Al Amin mengatakan Masjid Tegalsari merupakan salah satu masjid yang pada masa itu memiliki peranan yang berarti dalam perjuangan membela bangsa dan agama.

“;Pada masa itu di kota Solo masjid hanya sedikit, yang banyak itu mushola dan surou. Masjid memiliki pengaruh luar biasa, menurut cerita sejarah Masjid Agung Kraton Solo dan Masjid Tegalsari juga memiliki kaitannya, ” Kata Muhammad Al Amin kepada awak media ini Rabu (26/6/2019).

Karena sarat sejarah panjang dan harus diketahui bagi lintas generasi, kemarin malam pengurus Masjid Tegalsari mengjadirkan acara ” Dialog Umum Peringatan Jelang 1 Abad Masjid Tegalsari ” yang menghadirkan Abdul Nur Adhan, salah satu cucu pendiri Masjid Tegalsari, Laweyan, Solo.

Foto bersama keluarga besar cucu pendiri Masjid Tegalsari, Laweyan, Solo.( Foto: Fik)

” Kedatangan beliau sekaligus Ustadz dari Amerika karena sudah tinggal di AS dan beliau berdialog dengan jamaah dan takmir masjid ini menjadi acara inti yang digelar di masjid Tegalsari kemarin malam, banyak masyrakat antusias mendengarkan acara ini,” Ujarnya.

Muhammad Al Amin yang juga anggota DPRD masa jabatan (periode 2014-2019) menjelaskan masa kecil Abdul Nur Adnan dihabiskan di kampung Tegalsari. Setelah itu ia lama tinggal di Amerika sebagai wartawan VOA siaran Indonesia. Saat ini, beliau waktunya untuk berdakwah Islam di Amerika dan mengisi waktunya bersama keluarga.

“Alhamdulillah selama di Solo dalam acara mudiknya di kampung halamannya di manfaatkan untuk berbagi cerita tentang Sejarah Masjid Tegalsari di dua tempat seperti di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Masjid Tegalsari. Alhamdulillah berjalan sukses kang,” tandasnya. ( Fik/ Bersambung ).

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.