SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

M. Saifudin, Lc., M. Ag, Alumni Al Azhar Mesir

Rahasia Hikmah Sholat Dhuha

153
Ustadz Saifuddin

INFOSOLORAYA.COM – SUKOHARAJO-Shalat dhuha juga disebut shalat awwabin. Yaitu shalat sunnah yang dilakukan pada waktu dhuha, waktunya mulai dari matahari meninggi kira2 jam 07.00 smp beberapa saat sebelum dhuhur kira2 jam 11.00. Demikian yang diungkapkan Saifudin, Lulusan SI Al Azhar Mesir dan Direktur Utama Pondok Pesantren Modern Sangen Muhammadiyah Weru Sukoharjo, Jateng.

Ustadz Saifuddin menjelaskam untuk jumlah rakaat sholat dhiuha rakaatnya 4 rakaat, boleh juga 2, 4, 6, 8, 10 atau 12 rakaat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, menganjurkan shalat dhuha dengan menyebutkan banyak faedahnya, diantaranya pertama Sedekah persendian “Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua raka’at” (HR. Muslim no. 720).

Apa hikmah dari sholat Dhuha lagi ?lulusan Universitas Islam Negeri Bandung menambahkan Sholat Dhuha mampu mencukupi kehidupan di hari itu, seperti dijelaskan dalam hadist

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang” (HR. Tirmidzi no. 475)

“Dan banyak lagi hikmah shalat dhuha,” katanya kepada awak media ini.

Zaid bin Arqam melihat suatu kaum melakukan shalat dhuha, lalu beliau berkata, ‘Apakah mereka belum mengetahui bahwa shalat pada selain waktu ini lebih utama?
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ‘shalat al-awwabin (shalat dhuha) ketika anak unta kepanasan.’” (HR.Muslim 748)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, berkata “kekasihku (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan tiga hal padaku: puasa tiga hari setiap bulan, melaksanakan shalat Dhuha dua raka’at, dan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Al Bukhari 1981)

Sayidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, pernah ditanya seorang wanita bernama Mu’adzah Al Adawiyah, “berapa jumlah raka’at shalat Dhuha yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? ‘Aisyah menjawab, “Empat raka’at dan beliau tambahkan sesuka beliau.” (HR. Muslim 719)

“Dari hadits-hadits shahih di atas, menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat selalu melaksanakan shalat dhuha,” tandasnya.( Fik)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.