SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Malam Tahun Baru Bersama Dalang Pancen Oyee

2


INFOSOLORAYA.COM-KARANGANYAR-Malam pergantian tahun 2017/2018 dijalani dengan berbagai kegiatan.
Antara lain pentas wayang kulit Ringgit Purwo semalam suntuk, Minggu (31/12) di Monumen Ibu Tien Soeharto di Jaten Karanganyar.

Hadir sebagai dalang Kie Empu Mantep Sudarsono dengan lakon Babad Ngastino. Hadir pula Kie Suro Agul-agul Begug Poernomosidi, serta para dalang, sworowati dan pandemen.
Begug mengatakan, acara ini diselenggarakan pecinta budaya jawa asli Wayang Kulit.

“Tujuane ngumpulaken balung pisah sinambi mriksani ringgit purwo,” kata Begug Poernomosidi. Para budayawan harus bersatu. Bangsa tampa budaya tidak akan berjalan baik. Budayawan harus turut menyelamatkan wayang untuk generasi selanjutnya. “Tahun ini, kebangkitan wayang kulit purwo,” kata Begug.

Sementara itu, Kie Matep, ternyata baru saja menerima penghargaan Internasional sebagai Dalang Maestro Unesco dari Mensos RI Indar Parawansa. Penghargaan diserahkan 19 Desember lalu bersamaan peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional.

Selain itu, pentas wayang ini untuk mengenang (Alm) Darmadi (adik kandung Kie Mantep Sudarsono ke 6 dari 7 bersaudara).

Alm Darmadi meninggal pas pendak Rabo Pon mayang di Monumen Tien Soeharto.

Hal lain adalah dalam rangka pergantian tahun 2017 ke 2018. Kie Mantep berharap tahun 2018 akan lebih baik.
Tahun 2018 adalah tahun politik. Dia berpesan politikus tak membingunkan rakyat. “Piyayi politik iku ojo mbingungi rakyat. Jadilah politik berbudaya. Bukan budaya politik,” kata Kie Mantep.

Maksudnya, politikus yang menjaga sopan santun, tata kram*, jujur dan menjaga amanah rakyat.
Sedangkan budaya politik bukan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Ditambahkan, tahun ini tahun dal (tahun jawa 1951). Tahun dal artinye dugi (datang) condro sengkolo, tumpak mendok. Tumpak itu artinya hari Sabtu, Mendo artinya wedus/kambing.
Jadi, bisa dimaknai tahun kambing hitam. Wong cilik tetap berpeluang menjadi kambing hitam/selalu dikambinghitamkan. Wong cilik jadi alasan.

“Mung kari pinter-pinter-e rakyat. Rakyat sakiki kudu lewih pinter, mugo titen. Ooo gur ngono kuwi. Rakyat kudu iso merguru karo kahanan,” kata Mantep. (baguss)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.