SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Manjung Wonogiri (Ingin) Wujudkan “Desa Literasi”

38

 

Wonogiri, Infowonogiri- Pemerintah Desa Manjung bekerjasama dengan Komunitas Sastra Giri Kawedhar (KSGK) akan menggelar “Munajat” Warsa Enggal 2020 sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya di Kabupaten Wonogiri.

“Muatan yang akan ditampilkan pada Munajat Warsa Enggal 2020, 31 Desember mendatang, di Balai Desa Manjung meliputi; Lomba Geguritan untuk umum, Lomba Mewarnai untuk anak, Launching Buku Tipak-Tipak Tatu, Pentas Seni dan Parade Geguritan oleh KSGK. Kegiatan ini digelar dalam rangka mendekatkan Wonogiri dalam bingkai keindonesiaan yang berkebhinekaan,” tutur Hartono, Kades Manjung ( 24/11/2019)

Komunitas Sastra Giri Kawedhar (KSGK) turut terpacu atas upaya Kades Manjung Kecamatan Wonogiri yang berniat menjadikan desa itu menjadi Desa Literasi.

“Kami merasa seiring sejalan dengan niatan Kades Manjung yang berupaya mencerdaskan warganya melalui upaya literasi. Sinergitas ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan niatan tersebut. Tentu akan ditindaklanjuti dengan kegiatan lain yang dapat mendorong Desa Manjung menjadi Desa Literasi,” papar Parpal Poerwanto, Ketua KSGK.

Bahkan, Hartono, Kades yang banyak terlibat dalam menginisiasi lahirnya UU Desa itu, tengah menyiapkan hadirnya majalah khusus yang bermuatan kegiatan desa, pendidikan dan budaya jawa khususnya sastra jawa.

“Kita tengah menyiapkan sebuah majalah bernama PAMOR yang
insya Allah akan terbit pada awal tahun mendatang. Berisi tentang berita desa se -Kabupaten Wonogiri, dunia pendidikan dan budaya. Rencananya, 40 persen materinya akan menggunakan bahasa jawa,” ungkap Hartono.

Hartono juga menambahkan bahwa majalah tersebut diharapkan akan menjadi garda kawal pemanfaatan Dana Desa di Kabupaten Wonogiri serta mengungkit kembali semangat kemandirian desa sebagaimana ghiroh pada saat awal memperjuangkan UU Desa.

“Jangan sampai semangat kemandirian desa menjadi padam setelah mendapatkan kucuran dana desa yang sangat besar ini. Justru sebaliknya, desa harus semakin bekerja keras mengejar ketertinggalan dalam mencapai kemandirian,” pungkas Hartono.
( Taufiq/ KP)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.