SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Melembagakan Koperasi Bagi Pelaku Usaha

32

Wonogiri, Infosoloraya- Dinas Koperasi UMKM Provinsi Jawa Tengah menggelar Workshop dan PKL Perkoperasian dalam rangka perkuatan kelembagaan bagi kelompok masyarakat di wilayah sekitar hutan untuk wilayah Kabupaten Wonogiri. Kegiatan yang dilaksanaan di Merista Raya Hotel Purwantoro (28-41/8) diikuti 30 orang peserta.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kelembagaan sekaligus pelaku usaha di Wonogiri timur memahami koperasi dengan lebih baik.

Peserta yang sebagian besar pelaku budidaya jamur di Kecamatan Jatisrono, Slogohimo dan Purwantoro itu mendapatkan materi dalam kelas selama dua hari diantaranya; kebijakan koperasi dan UMKM Kabupaten Wonogiri, manajemen usaha, manajemen keuangan, manajemen pemasaran serta saksestori koperasi. Serta kunjungan lapangan di Magelang dan Wonosobo.

Dalam sambutan pembukaan, mewakili Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi Jawa Tengah, Dra Ema Rachmawati, yang diwakili Kabid Kelembagaan, Suprapto menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan secara paralel di Kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Magelang.

“Khusus di Kabupaten Wonogiri kegiatan ini diberikan untuk pelaku usaha budidaya jamur bagi masyarakat di wilayah sekitar hutan dengan harapan dapat memperkuat kelembagaan yang rencananya akan berupa koperasi. Sinergitas ini tentu akan memberi bennefit berupa kegiatan berkoperasi yang muaranya meningkatkan kesejahteraan secara bersama. Embrio kelembagaan berupa pokmas akan difasilitasi menjadi koperasi” lanjut Suprapto.

Sementara, Kabid Koperasi Disperindagkop Kabupaten Wonogiri, Dwi Sudarsono yang menjadi salah satu pemateri menegaskan bahwa bangun usaha yang fleksibel dan mampu mendorong bagi pelaku usaha sejenis adalah koperasi.

“Dengan berkoperasi maka tingkat persaingan akan dieliminir sekaligus akan mampu memperkuat nilai tawar bagi komuditas yang diproduksi. Ini menjadi inkubator bagi Diperindagkop Pemkab Wonogiri dalam upaya mendorong koperasi sektor riil. Sebagian besar koperasi di Wonogiri berupa koperasi simpan pinjam dan banyak menyisakan masalah. Sedangkan koperasi sektor riil masih sangat sedikit dan kedepan akan kita dorong agar tumbuh subur,” ungkap Dwi Sudarsono.

Dwi juga menambahkan ada sekitar 432 koperasi yang telah dibubarkan, sementara permasalahan koperasi RT sedang disusun road map untuk pembenahan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami yang sejak awal berkomitmen dalam usaha bersama budidaya jamur. Workshop dan PKL kali ini makin merekatkan kebersamaan selama ini dan kedepan diharapkan akan meraih kesejahteraan bersama,” kata Jaino Kinanthi, salah satu peserta.
( Kp/ Zul)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.