SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Prosesi Umbul Donga dan Kembul Bujana

28

Infosoloraya, Solo- Temaram sore baru saja mengawali malam. Pohon Munggur yang tumbuh menjulang di dekat makam Ki Demang Jebres itu nampak kokoh memeluk pekatnya malam nan sepi (21/9).

Selang beberapa saat, makam yang semula sepi itu disibukkan hadirnya puluhan warga Kelurahan Jebres yang melakukan nyekar di makam pendiri tlatah Jebres itu.

Di makam itu sumare Ki Joyo Mustopo yang kemudian menjadi Demang Jebres sehingga mendapat sebutan Ki Demang Jebres, bersama istrinya Nyi Srimpi (Nyi Punggung) dan dua orang putranya.

Malam semakin beranjak, prosesi nyekar itu mengawali hajatan warga Kelurahan Jebres yang sedang menggelar event budaya bertajuk Umbul Donga dan Kembul Bujana. Gelaran budaya itu merupakan rangkaian kegiatan tahunan di kelurahan pinggir Bengawan Solo yaitu; Kirab Budaya Babad Kademangan Jebres edisi ke-6 (21-23/9/18).

Panggung di Taman Cerdas Jebres yang disiapkan panitia pelaksana KB-BKJ tersaput lampu temaram. Penonton yang berjubel di samping dan depan belakang panggung serta tamu undangan yang duduk di depan panggung nampak hening menunggu prosesi acara.

Suara gamelan yang ditabuh wira pradangga membuka suasana bersama lantunan dua pupuh tembang dandanggula berjudul ‘Jebres’ dari seorang wira swara.

Seorang cantrik membawa anglo memasuki panggung, asap putih mengepul beraroma harum. Seorang berjangga berpakaian bak wiku, serba putih, berjalan dibelakangnya diiringi dua orang cantrik yang membawa oncor. Suasana tentram terasa binarung suara gamelan yang ngrangin.

Lurah Jebres, Ki Training Hartanto HW membawakan sebuah geguritan dengan judul ‘Banjaran Jebres’ dengan sangat apik. Nada suaranya dan pengucapan diksinya jelas dipadu dengan penjiwaan, membawa suasana makin khidmat.

Berikutnya, dengan iringan gamelan yang cukup rancak, cucuk lampah dan putri domas menyajikan tarian ‘Sesaji’ berikutnya bergerak sebregada laskar memasuki panggung. Dimulai dua orang pemuda membawa meja kecil dilanjutkan empat orang pemuda gagah memanggul tumpeng robyong untuk ditaruh di meja itu. Berikutnya seorang tetua kampung Jebres tengah hadir membawa pekak kuda Kyai Samparangin dan Kyai Jalumapang  ditaruh di atas meja. Lalu seorang trah Ki Demang Jebres membawa tombak Kyai Joko Sengoro yang merupakan piandel dari Ki Demang Jebres. Berikutnya hadir dua orang memanggul dua bilah keris; Kyai Katongan dan Kyai Sangkan. Kehadiran mereka dikawal Laskar Semut Ireng dan Laskar Taruna Jebres.

Laskar Semut Ireng selanjutnya duduk bersila hamarikelu, Laskar Taruna Jebres membuat pagar betis. Sementara putri Domas nampak sejenak mbeksa lalu kembali ke belakang untuk mapag dua orang yang akan melakukan umbul donga (Mbah Sulimin dan Ki Supangat).

Selanjutnya, Mbah Sulimin ngujupne tumpeng dan mendapat tadhah ‘Aamiin’ dari Laskar Semut Ireng.

Syair kidung donga, “Kanthi memuji, Allah Kang Maha Suci. Kang paring rahmad. Dhumateng kita sami. Suburing raos….” mengalun merdu dari pocapan Ki Supangat, membuat suasana makin syahdu.

Prosesi umpul donga pun berakhir dengan khidmat.

Saat para paraga masih berada di atas panggung, nampak Lurah Jebres, Ki Training bersama Ketua LPMK (Bp Djumadi), Ketua TP PKK (Bu Lurah), wakil Karang Taruna (putra) dan wakil forum anak (putri) mendekat tumpeng robyong guna melakukan prosesi pemotongan tumpeng sebagai penanda kembul bujana.

Lung tumpeng tinigas Ki Lurah bersamaan bertalunya gendhing Sampak.

Berikutnya, potongan tumpeng diserahkan kepada kepada anasir; banyu, angin, geni lan lemah yang diwakili oleh Ketua LPMK (Bp Djumadi), Ketua TP PKK (Bu Lurah), wakil Karang Taruna dan wakil forum anak.

Awal malam belum jauh beranjak. Prosesi Umbul Donga dan Kembul Bujana mengawali rangkaian event budaya Babad Kademangan Jebres selesai.

Acara dilanjutkan seremonial dan berikutnya; penonton makin riuh menyaksikan tampilan seni budaya malam itu hingga larut malam ( Zul/ KP)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.