SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Rencana pembangunan Pijar, Pemkab Klaten Kurang Responsif

0 60
Aksi Kedua Warga Klaten Mengelilingi Kota Klaten Dalam Aksi Penolakan Kenaikan BBM

INFOSOLORAYA.COM – KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten belum menanggapi soal rencana pembangunan Pusat Informasi dan Pembelajaran (Pijar) Bencana yang didirikan di Desa Sengon, Kecamatan Prambanan. Pemkab pun dinilai kurang responsif terhadap program tersebut.

Divisi Media dan Publikasi Pijar Bencana, Arif Fuad Hidayah, mengatakan hingga kini berbagai kegiatan yang digelar oleh Pijar untuk mempersiapkan pembangunan museum dan berbagai fasilitas pembelajaran bencana, lebih banyak disuport oleh kalangan pengusaha di Klaten. Sedangkan pemkab sama sekali tidak memiliki inisiatif untuk mendukung kegiatan tersebut. “Dari pertama kali sampai sekarang, bantuan dari pemkab nol rupiah. Padahal ini juga demi kemajuan dan kepentingan warga Klaten,” ujar Arif saat ditemui wartawan di monumen Lindu Gedhe, Selasa (22/5).

Pada Senin (21/5) lalu, kata dia, sebetulnya akan digelar pelatihan bagi anak-anak SDN 3 Sengon untuk membuka website Pijar. Namun karena terkendala peralatan, akhirnya pelatihan tersebut dibatalkan. Selain itu, fasilitas jaringan internet di sana juga masih sulit untuk dijangkau. Apalagi, kata dia, sekolah tersebut juga tidak memiliki fasilitas komputer. “Kami bisa saja melatih anak-anak menggunakan laptop dari panitia. Namun kami masih kesusahan untuk mencari modem. Apa pemerintah tidak bisa hanya memfasilitasi modem, yang mungkin sebulan hanya Rp120.000?” paparnya.

Selama ini, sambung Arif, yang mensuport kegiatan tersebut justru dari para pengusaha di Klaten. Beberapa pihak, seperti Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta dan para peneliti dari Fakultas Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), juga turut mendukung kegiatan Pijar. Malah dari para peneliti Fakultas Geologi UGM sudah menyiapkan kurikulum kebencanaan untuk diajarkan kepada sebagian siswa di Klaten.

Menjelang peresmian Pijar pada Kamis (24/5) mendatang, imbuh Arif, pihaknya juga akan mengundang Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI. “Apa tidak malu kalau dihadiri menteri tapi pemkab tidak berpartisipasi apa pun dalam hal ini?” jelasnya.[yuansa@infoklaten.com]

Tinggalkan pesanan