SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Sanggar Mardi Budaya Gelar Wayang Kulit

113

Wonogiri, Infosoloraya- Minimnya pentas seni pertunjukan, khususnya seni tradisi wayang kulit, mendorong H Sarijo, ketua Sanggar Mardi Budaya Slogohimo Wonogiri menggelar pergelaran wayang kulit sedalu natas dengan lakon Wahyu Makutha Rama yang dibawakan oleh dalang muda Ki Aldy Pratama, mahasiswa ISI Surakarta (19/10/2019)

“Pergelaran wayang kulit sedalu natas malam hari ini menjadi nadzar saya sejak lama. Bersamaan dengan pernikahan anak saya Selgi Arini dengan Ikhsanudin Apriyanto yang dihadiri banyak saudara, bahkan ada saudara yang khusus datang dari Kalimantan, maka kesempatan ini dipergelarkan wayang kulit yang dibawakan putu saya Aldy Pratama. Ini bentuk apresiasi saya dalam nguri-uri budaya Jawa melalui Sanggar Mardi Budaya,” tutur H Sarijo didampingi Hj Heny Rahayu, istrinya.

Lakon Wahyu Makutha Rama menceritakan sebuah perjuangan para satria Pandawa yang tengah mencari nilai-nilai luhur kepemimpinan sebagaimana prinsip kepemimpinan yang pernah dilakukan oleh Prabu Ramawijaya yang disinyalir saat ini hilang dari negri Amarta.

Wahyu (ilmu) yang disampaikan oleh Begawan Kesawasidhi itu dengan berbagai halangan dan rintangan yang menyertainya, akhirnya dapat dicapai oleh para kesatria Pandawa yang diharapkan akan membawa ketentraman dan kemakmuran bagi negri Amarta.

Pementasan wayang kulit itu banyak mendapat apresiasi dari warga Desa Slogohimo, terbukti banyaknya penonton yang memadati sekitar panggung pementasan.

“Sudah cukup lama di Desa Slogohimo tidak ada pementasan wayang kulit. Pentas kali ini bisa menjadi pengobat kangen bagi pandemen wayang kulit yang masih banyak. Apalagi, Aldy Pratama kini menjadi dalang vaforit bagi generasi muda di Slogohimo,” kata Susilo Nous, salah satu penonton.

Pementasan seni tradisi diharapkan selalu hadir di wilayah Slogohimo sebagai perajut kerukunan warga ( Taufiq/ KP)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.