SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Sita Umum Aset BMT Sabillah

13

Infosoloraya.com, Wonogiri- Sidik Pramono (Ketua BMT Sabilillah Slogohimo) melalui kuasa hukumnya, Budi Sularyono SH akhirnya menyerahkan 23 dokumen yang sebelumnya merupakan agunan peminjam di BMT Sabilillah Slogohimo.

Penyerahan dokumen tersebut dilaksanakan di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Wonogiri dari Budi Sularyono kepada Kun Prastowo selaku kuasa tugas Kurator disaksikan Dwi Sudarsono (Kasie Koperasi), beberapa Kabid dan perwakilan nasabah/kreditor.

“Penyerahan ini merupakan rangkaian sita umum asset BMT Sabilillah Slogohimo yang dinyatakan pailit melalui putusan sidang di Peradilan Niaga PN Semarang beberapa waktu lalu. Tadi saya terima 5 SHM, 2 deposito, 18 BPKB, satu BPIH dan satu SK pegawai. Total ada 23 dokumen. Saya mengapresiasi itikad baik Sidik Pramono yang kooperstif menjalankan putusan peradilan,” papar Kun Prastowo kepada awak media Senin ( 27/11).

Dia berharap, Sidik Pramono dan kuasa hukumnya mentaati putusan peradilan dan memperlancar proses penyelesaian kasus BMT Sabilillah tersebut.

“Putusan peradilan harus dihormati dan kita semua berkesempatan belajar menegakkan hukum. Jangan sampai terjadi tindakan diluar koridor hukum. Saya selaku kuasa hukum dari Sidik Pramono akan bersikap kooperstif agar permasalahan ini segera rampung,” ujar Budi Sularyono SH.

Budi juga menegaskan bahwa dokumen tersebut telah sesuai sebagaimana yang diserahkan client-nya.

Kun Prastowo dan Liston Situmorang selaku petugas kuasa Tim Kurator menjelaskan bahwa proses penyelesaian kasus BMT Sabilillah ini masih cukup panjang, diantaranya; pendaftaran tagihan dari kreditor, identifikasi pendataan asset serta finalisasi tagihan (14/12).

“Kami akan bergerak cepat untuk melakukan penarikan tagihan dari para peminjam yang jumlahnya cukup besar kemudian akan melakukan penyegelan semua asset pengurus koperasi Sabilillah tersebut,” pungkasnya ( Zul)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.