SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

Teater Kempling 33 Kembali Gelar Sendhang Nganten

116
Para personil seniman teater kempling 33, Jebres, Solo ( Dokumentasi)

Solo, Infosoloraya- Setelah sukses menyabet juara umum dan pemeran wanita terbaik, atas nama Febriyanti Kuspiardonik, pada event Jebres Festival 2019 (20/9) membawakan judul Sendhang Nganten; Tresna Sabaya Pati, teater Kempling 33 Kandangsapi Jebres kembali akan mementaskan judul tersebut pada saat penutupan Bazzar Warga (12/10/2019)

“Judul itu diangkat lagi karena warga lingkungan 5 Jebres, mulai RW 29 sampai RW 35, notabene warga kampung Kandangsapi di mana sendhang itu berada, masih banyak yang belum paham asal usul sendhang itu. Maka kami tampilkan lagi agar warga kampung Kandangsapi berkesempatan mengetahui alur cerita Sendhang Nganten tersebut,” papar Ninik Agustin, pembina Teater Kempling.

Senyatanya, keberadaan Sendhang Nganten sudah sangat diketahui bahkan hingga kini tetep dirawat. Namun, hanya kalangan para sesepuh yang mengetahui cerita asal usul sendhang itu.

“Dari dulu Sendhang Nganten ya seperti itu; dulu masih dikeramatkan dan sering dijadikan lokasi tetirih, mengadakan upacara tradisi seperti mitoni, akan menjadi pengantin hingga cepat mendapat jodoh dengan mandi keramas di sendhang itu. Tapi sekarang sudah tidak ada upacara tradisi itu. Cerita asal usul Sendhang Nganten pun saya tidak paham,” ungkap Miyarsi, warga Kandangsapi.

Kun Prastowo, pemerhati budaya dari Kelurahan Jebres, Solo menegaskan bahwa cerita rakyat apapun alurnya akan memberi warna bagi peradaban kekinian dan tidak akan bisa untuk dimatikan.

“Cerita rakyat akan terus bergulir seiring perkembangan jaman. Banyak hal yang dapat didhudhah sebagai bahan memperkuat kearifan lokal. Sisi yang baik layak ditonjolkan dan sisi tidak baik dapat diperhalus atau bahkan direduksi. Itu akan menjadi kekayaan khasanah budaya tutur ditengah masyarakat yang kian digempur teknologi media sosial. Selayaknya kalau terus diuri-uri,” urai Kun Prastowo.

Cerita Sendhang Nganten; Tresna Sabaya Pati mengangkat ketulusan cinta Rara Jumirah, anak seorang tumenggung dari kotaraja Kartasura, dengan Sangkalan yang hanya anak seorang petani dari Kademangan Tegalan. Cinta dua insan itu abadi, menjadi dua buah sendhang; sendhang lanang dan sendhang wadon. Kedua sendhang itu terkenal dengan sebutan Sendhang Nganten.( Taufiq)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.