SOLO | WONOGIRI | KLATEN | SUKOHARJO | KLATEN | KARANGANYAR | SRAGEN

UNDERPAS MAKAMHAJI: Banjir Lagi

25
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Beberapa pengendara sepeda motor dan mobil nekat menerobos banjir yang menggenani Underpass, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, usai hujan mengguyur kawasan tersebut, Sabtu(12/12). Meski telah diperbaiki namun genangan air tetap terjadi.
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu
Beberapa pengendara sepeda motor dan mobil nekat menerobos banjir yang menggenani Underpass, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, usai hujan mengguyur kawasan tersebut, Sabtu(12/12). Meski telah diperbaiki namun genangan air tetap terjadi.

INFOSOLORAYA.COM-KOTA-Pembangunan Underpas Makamhaji Awalnya menghabiskan anggaran 27 Milyar dan bermasalah disusul proyek perbaikan dengan anggaran 6,6 milyarmasih juga bermasalah, masalah itu adalah banjir Hari Sabtu 12/12/2015 pukul 15.15.WIB saat Sukoharjo, Surakarta dan sekitarnya hujan underpass makamhaAji kembali banjir. Harapan masyarakat akan Proyek Perbaikan Underpass Makamhaji senilai 6,6 miliar sangat mengecewakan dan tidak tepat sasaran, kenyataan dilapangan underpass makamhaji masih banjir kendati baru saja selesai perbaikan dengan menggunakan dana APBN itu sebesar Rp.6,6 miliar.

 

Juru bicara Forum Peduli Masyarakat Makamhaji (FPMM), Cucu Suryanto, pesimis proyek perbaikan underpass makamhaji akan mampu mengatasi problem banjir saat musim penghujan. Semuanya melenceng karena Konsep awalnya bak penampuangan air berjumlah empat buah. Sumber air juga tidak ditutup bagaimana bisa mengatasi banjir. jelas cucu

 

Pembanguna Underpas Makamhaji Awalnya menghabiskan anggaran 27 Milyar dan bermasalah disusul proyek perbaikan dengan anggaran 6,6 milyar. Sebelum pelaksanaan proyek dan saat sosialisasi proyek Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Achyar Pasaribu menjelaskan, pagu anggaran perbaikan total disediakan oleh pusat Rp 6,6 miliar. Perbaikan yang menyasar pada betonisasi, perangkap air di saluran dan dinding diganti aluminium composite panel (ACP) dan pagar di lintasan kereta api.

 

Koordinator RPJ Solo Raya Sa’roni menegaskan: Sudah sangat jelas dan tegas, bahwasanya permintaan warga masyarakat adalah penanggulangan banjir, sedangkan anggaran perbaikan underpass senilai 6,6 milyar itu janjinya untuk menanggulangi banjir, tapi kenyataanya malah lebih di prioritaskan untuk betonisasi, yang jadi pertanyaan adalah: betonisasi itu hanya untuk menghilangkan barang bukti indikasi korupsi senilai 27M dalam pembangunan awal underpass makamhaji, Proyek underpass dan perbaikanya benar benar sangat menjijikan menghabiskan uang negara tanpa ada solusi apapun, sampai kapan? Atau sampai di gelontorkanya proyek lanjutan yang nilainya milyaran lagi untuk di korupsi berjamaah, Menhub Ignatius Jonan dan Dirut PT KAI Edi Sukmoro lebih terhormat kalian mundur dari pada uang negara sia sia karena kalian tidak bisa mempipin. Tegas Sa’roni Kepada tim media. (13/12/2015)

 

Proyek perbaikan underpass dibawah kewenangan PT KAI dan sebagai pelaksana adalah PT Darma Perkasa dengan anggaran dari APBN senilai 6,6 miliar. Warga masyarakat sangat berharap proyek perbaikan tersebut dapat mengatasi banjir apabila hujan deras mengguyur. Namun kenyataanya underpass masih kembali banjir dan semua masyarakat kecewa berat karena di iming imingi janji saat sebelum proyek perbaikan dilaksanakan.

 

Lebih menyedihkan lagi saat penjelasan dari Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sukoharjo menyebutkan salah satu penyebab banjir karena pompa air yang ada tidak optimal. Kondisi tiga mesin pompa air berumur tua dan tidak bisa maksimal menyedot aliran air yang masuk ke sekitar underpass. Dari penjelasan ini berarti tidak ada niatan dari PT KAI untuk menanggulangi banjir.

 

Bahkan di buka semua kelemahan oleh Kepala Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sukoharjo, R.M. Suseno Wijayanto, mengatakan ada empat mesin pompa air yang terletak tepat di bawah jembatan underpass dan Hanya satu mesin pompa air yang kondisinya masih bisa di pakai. Sementara sisanya sudah berumur tua sehingga tak maksimal saat menyedot air. “Kami (Sukoharjo) tidak punya mesin pompa air, Solo juga tidak ada. satu-satunya jalan mengusulkan penggantian mesin pompa air ke Kementerian Perhubungan” jelas Suseno.

 

Suseno akan berkoordinasi dengan PT KAI untuk membahas pengerjaan proyek perbaikan underpassagar dapat mengatasi permasalahan utama yakni banjir.  terang dia.

 

Sa’roni Koodinator RPJ Solo Raya mengecam “ini proyek main main, janji mengatasi banjir proyek milyaran malah bikin parah banjir, Kemenhub dan PT KAI semuanya harus mengundurkan diri karena telah berbohong kepada masyarakat dan membuat proyek perbaikan underpass makamhaji sia sia, Menhub Ignatius Jonan dan Dirut PT KAI Edi Sukmoro besertakroni kroninya Harus Mundur, Menghabiskan Uang Negara buat proyek yang tidak berguna, Anggaran Pembangunan 27M bermasalah, lanjut Perbaikan 6,6M masih bermasalah, masih mau dilanjutkan berapa milyar lagi, terkutuk kalian para pejabat menghamburkan uang rakyat” Tegas Sa’roni Korlap RPJ Solo Raya. (Rilis)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.